Kemenparekraf Kenalkan Strategi Baru Atasi Penurunan Jumlah Wisatawan

Kemenparekraf kenalkan strategi baru atasi penurunan jumlah wisatawan yang dikenal dengan nama program Cleanliness, Health and Safety (CHS)

Editor: Fransiska Mariana
Redemta Bunga untuk Tribun Travel
Pelancong berfoto di Pulau Komodo sebelum Covid-19 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Kemenparekraf tengah menyiapkan sebuah strategi untuk mengatasi penurunan jumlah wisatawan. Program tersebut dikenal dengan nama program Cleanliness, Health and Safety (CHS), yang bertujuan untuk menyiapkan destinasi sesuai standarisasi kebutuhan wisatawan dan menerapkan disiplin bagi masyarakat. Nantinya, protokol tersebut akan diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap menerima wisatawan.

Melansir dari Kompas.com, hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Ari Juliano Gema.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia per Maret 2020 sebesar 66,02 persen. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, penurunan terjadi hingga 87,44 persen atau setara dengan 1,27 juta orang.

Pada periode tersebut, kunjungan wisman Timor Leste sebesar  52,2 persen atau 83.000 wisman, 39 persen atau 62.000 wisman berasal dari Malaysia, 1,3 persen atau 2.000 kunjungan dari Singapura, dan 7,5 persen atau 12.000 kunjungan dari wilayah lain.

Ari menjelaskan, penurunan jumlah wisman tersebut telah diperkirakan sebelumnya karena negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia menutup akses keluar masuk negara demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kami akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan nusantara,” kata Ari, di Jakarta, Senin (2/6/2020), dalam keterangan tertulisnya.

Ari mengatakan, protokol tersebut akan disesuaikan dengan tatanan hidup baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

“Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar yang bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat. Sehingga saat dibuka, wisatawan merasa nyaman datang ke tanah air,” kata Ari.

Ke depannya Kemenkarekraf juga akan fokus menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan tingkat pendapatan devisa daripada mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism.

“Ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru,” tandas Ari. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved