Takut Corona, Wisman di Maumere Ditolak Beberapa Penginapan dan Tukang Ojek

Seorang wisatawan perempuan asal Cina ditolak beberapa pengelola penginapan dan tukang ojek di Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (17/3/2020) petang.

Pos Kupang / Eugenius Moa
Sekretaris Dinas Satpol PP dan Pemadaman Kebakaran Sikka, Alfons Naga, Rabu (18/3/2020) memberikan penjelasan tentang wisatawan asal Cina ditolak penginapan dan tukang ojek di Maumere, Pulau Flores. 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Akibat merebaknya informasi virus corona, seorang wisatawan perempuan asal Cina ditolak beberapa pengelola penginapan dan tukang ojek di Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (17/3/2020) petang.

“Kasihan memang kondisi wisatawan ini. Dia sempat datang Hotel Go lihat- lihat kamar untuk menginap. Entahlah persediaan uangnya tidak cukup, dia batal menginap di sana,”  ujar Ebed de Rosari, warga Kota Maumere kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (18/3/2020) di Maumere.

Gagal menginap di Hotel  Go, kata  Ebed,  ia mencari penginapan sederhana letaknya tak jauh dari Hotel Go. Namun, pengelola penginapan enggan menampungnya. Bahkan meja dan perabot yang sempat disentuhnya disemprot desinfektan begitu ia keluar.

“Semua tukang ojek tidak berani muat. Mereka mengaku takut virus corona. Saya juga kasihan menyaksikannya, tapi saya juga takut angkut dengan sepeda motor saya,”  imbuh Ebed.

Ebed menduga, wisatawan ini kehabisan uang. Ia mengaku sudah dua bulan lebih berada di Indonesia, tapi belum berani kembali ke Cina karena corona.

Sekretaris Dinas Satpol PP dan Pemadaman Kebakaran Sikka, Alfons Naga, membenarkan penolakan beberapa hotel di Maumere kepada wisatawan asal Cina.

Namun, wisatawan perempuan ini akhirnya diterima menginap di Hotel Sylvia.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sikka tentang keberadaan wisatawan asal  Cina ini. Mereka akan periksa kesehatannya,” tandas  Alfons. (*)

Ikuti kami di
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved