Ada Potensi Wisata, Dandim 1604 Kupang Inisiasi Pembentukan Kelompok Sadar Wisata di Semau Selatan

Dandim 1604 Kupang inisiasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Amorat di Desa Naikean, Semau Selatan untuk dukung pariwisata di Semau

Editor: Fransiska Mariana
Pos Kupang / Ryan Nong
Para anggota Pokdarwis Amorat bersama warga desa Naikean mendengarkan pemaparan dari Dandim 1604 Kupang Kol Arh I Made Kusuma Dhyana Graha dalam acara pembekalan dan sosialisasi yang berlangsung di Pantai Hlaen Ana pada Sabtu (13/3/2020). 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Pulau Semau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi wisata yang tak kalah menarik dengan wilayah lain di NTT. Selain Pantai Liman yang telah terkenal, Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan juga memiliki potensi pariwisata yang menarik.

Desa dengan luas wilayah 28,5 kilometer persegi itu memiliki pesona pantai Hlaen Ana (pasir kecil - Bahasa Indonesia) di sisi selatan, eksotisme Pulau Tabui (Nusaat-bahasa lokal), Pulau Merah (Tanusa-bahasa lokal), Lobang Panas yang menjadi lokasi ritual meminta hujan, Gua Kelelawar, Gua Ular dan gua peninggalan sejarah serta kekayaan budaya.

Melihat potensi tersebut, Dandim 1604 menginisiasi dan memfasilitasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bernama Amorat. Amorat sendiri merupakan akronim dari Aku Mohon Rahmat Tuhan. Kelompok ini beranggotakan para pemuda-pemudi desa.

Dandim 1604 Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha mengatakan pihaknya menginisiasi dan mendorong masyarakat di Naikean untuk memanfaatkan 'anugerah Tuhan' dalam bentuk potensi pariwisata alam dan budaya yang luar biasa untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.

Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya pariwisata dengan basis masyarakat harus dilakukan agar sumber daya alam dan budaya tersebut memberi manfaat nyata. 

Pihaknya, kata Kolonel Made, terus berupaya mendukung dengan menjadi fasilitator yang menghubungkan masyarakat Naikean dengan para pihak, khususnya mitra yang dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan pariwisata berbasis masyarakat di daerah itu. 

Sementara itu Kepala Desa Naikean Sefanya Patola kepada POS-KUPANG.COM pada Sabtu (14/3/2020) mengakui, wilayahnya memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. "Saya ibaratkan Desa Naikean sebagai gadis desa yang belum dilamar. Gadis ini kami mau kasih bedak handbody supaya bawa berkat bagi kami," ungkap Patola.

Dalam sambutannya saat kegiatan Pembekalan dan Sosialisasi kepada Pokdarwis Amorat oleh Dandim 1604 Kupang yang berlangsung di Pantai Hlaen Ana pada Sabtu (14/3/2020), Patola menyampaikan kesiapan desa dan Pokdarwis untuk bersinergi dan mengembangkan pariwisata di tempat itu. 

Ia mengungkapkan, begitu banyak potensi wisata yang diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal sehingga dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat Desa Naikean. Para pemuda dan masyarakat siap untuk menjadi pelaku pariwisata berbasis masyarakat di desa yang berpenduduk 982 jiwa tersebut.

Patola meyakini, meski sumber daya manusia diakuinya masih belum mumpuni, tapi dengan bimbingan dan pendampingan Kodim 1604 bersama mitra dan stakeholder di bidang pariwisata, maka mereka akan dapat mengembangkan daerah tersebut sebagai tempat wisata berbasis masyarakat yang potensial.

Nelly Sihombing, Branch Manager Sedona Holidays Tour & Travel yang juga hadir dalam pertemuan tersebut memuji potensi wisata yang dimiliki oleh Naikean. Ia mengatakan, potensi tersebut merupakan kekayaan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga. 

Dalam acara pembekalan dan sosialisasi tersebut, Nelly menyampaikan berbagai materi aplikatif tentang pariwisata berbasis masyarakat. Ia berharap, masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengelola pariwisata agar dapat memberi manfaat ekonomi yang maksimal. 

Selain melakukan kegiatan pembekalan, para anggota Pokdarwis Amorat bersama masyarakat dan anggota Kodim 1604 melakukan pembersihan di sepanjang pantai Hlaen Ana. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved