Pemkab Lembata Datangkan Kapal Pinisi Dukung Pariwisata Labuan Bajo

Dalam rangka menjalin konektivitas dengan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, Pemkab Lembata mendatangkan satu kapal pinisi

Pos Kupang / Ricko Wawo
Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina memberikan cinderamata kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di Kuma Resort, Waijarang, Rabu (4/3/2020) 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Dalam rangka menjalin konektivitas dengan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, Pemerintah Kabupaten Lembata mendatangkan satu kapal pinisi 'Aku Lembata'.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjelaskan bahwa kapal itu akan dilengkapi dengan atribut promosi pariwisata Lembata. Nantinya, kapal akan beroperasi di Labuan Bajo dan memiliki rute membawa wisatawan ke Lembata.

Selain itu, kapal tersebut akan terkoneksi dengan agen travel di Labuan Bako yang menjual paket wisata ke Lembata.

"Di sini juga kan sudah jadi daya tarik kapal pinisi, tapi kan bukan kita punya, kita pergi jemput bola di sana, baru kita bawa datang. Saya kira di NTT baru kita saja," ungkap Bupati Sunur.

Menurut Bupati Sunur, kapal yang datang baru satu unit kapal, namun sudah diusulkan dua unit kapal yang rencananya akan didatangkan oleh Kementerian Desa.

Sedangkan satu kapal hibah dari Kementerian Perhubungan masih bersandari di Pelabuhan Laut Lewoleba.

Kapal tersebut juga akan ditempatkan di Labuan Bajo.

"Ini kan bisnis plan, kita coba untuk bawa wisatawan ke Pulau Padar dan Pulau Komodo," paparnya.

Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina menambahkan pihaknya sudah mendata kebutuhan hotel dan restoran yang ada di Labuan Bajo.

Melihat adanya potensi perikanan dan pertanian di Lembata, pihaknya akan menyiapkan satu pilot project produk unggulan komoditi dari Lembata yang bisa menyokong kebutuhan bisnis pariwisata Labuan Bajo.

Komoditi yang akan dikirim ke Labuan Bajo itu, ujarnya, harus diproduksi secara konsisten, kualitas yang baik, ramah lingkungan dan aspek-aspek lainnya yang menunjang kualitas komoditi tersebut.

"Ini memang masalah suplai and demand saja, karena kan di Labuan Bajo sekarang dari target 500 ribu baru dicapai 91 ribu. Jadi hampir lima kali lipat lagi, itu berarti kebutuhan yang sekarang saja dikali lima saja. Nah itu kira-kira besar pasar yang dibuka pemerintah pusat untuk Labuan Bajo, sayang sekali kalau Lembata tidak ambil bagian memanfaatkan pasar tersebut," kata dia.

Shana juga memastikan uji coba pilot project itu sudah bisa dilakukan tahun ini dengan melalui berbagai tahapan.

Selain itu, karena potensi wisata di Lembata yang unik dan otentik, pihaknya akan mendorong penguatan SDM di Lembata seperti keterampilan hospitality, tour guide, diving, dan kuliner.

Mereka akan mendukung pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat desa dan berjanji akan melakukan promosi soal ini.

Untuk diketahui, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo berada di Lembata selama empat hari guna mengidentifikasi potensi-potensi wisata di Lembata dan mensinkronkan program pariwisata pemerintah daerah guna menunjang Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas.

Pada hari terakhir bersama Bupati Lembata, Badan Otorita Labuan Bajo mendengarkan secara langsung pemaparan potensi unggulan Lembata dari beberapa kepala dinas. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved