BOP Labuan Bajo Nilai Lamalera Bisa Jadi Objek Wisata Edukasi dan Riset

Lamalera menjadi salah satu destinasi unggulan Lembata yang bisa menjadi obyek wisata edukasi dan riset

Editor: Fransiska Mariana
Pos Kupang / Ricko Wawo
Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo usai melakukan pertemuan bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan para pimpinan OPD di Kantor Bupati Lembata, Senin (2/3/2020) 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo yang berkunjung ke Lembata sejak Senin (2/3/2020) akan mengidentifikasi potensi wisata dan infrastruktur pendukung di Lembata.

Mereka pun akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata, termasuk salah satu destinasi unggulan Lembata yakni Lamalera.

Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengungkapkan potensi Kampung Lamalera yang bisa dijadikan objek wisata edukasi dan riset.

"Tadi kan pak wakil bupati bilang, bisa nggak dibuat sebagai wisata edukasi, wisata riset, itu bisa banget. Nanti kita akan coba gabung dengan lembaga nasional dan internasional untuk mengembagkan itu," ungkap Shana usai berdikusi dengan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan para pimpinan OPD di Kantor Bupati Lembata, Senin (2/3/2020).

Kata Shana, wisata edukasi ini sangat mungkin dibuat demi menciptakan konsep pariwisata di Kabupaten Lembata yang unik dan bukan sekadar jalan-jalan.

Menurutnya, Kabupaten Lembata terkenal dengan tradisi penangkapan ikan paus. Bahkan, tradisi itu terkenal hingga ke luar negeri. Sehingga, filosofi dasar dan konsep perburuan ikan paus di Lamalera harus dinarasikan dengan baik ke publik dan pasar. Tujuannya agar orang memiliki persepsi yang sama dan melihat tradisi tersebut sebagai suatu kearifan lokal dengan tujuan mulia.

Ia pun memastikan tradisi penangkapan ikan paus di Lamalera akan jadi ikon pertama yang mau mereka kembangkan juga.

Ditemui terpisah di ruang kerjanya, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday berharap BOP Labuan Bajo bisa merasakan langsung kondisi infrastruktur jalan ke Lamalera.

"Ini bukan soal bangun objek wisata saja. Setelah jalan bagus, orang ke sana dan benahi di sana. Yang paling penting itu aksesibilitas jalan atau transportasi. Infrastruktur pendukung ke Lamalera juga harus baik. Ini yang harus diperhatikan Badan Otorita," ungkapnya.

Wabup Langoday juga sepakat menjadikan Lamalera sebagai daerah tujuan wisata dan menjadikan kampung nelayan tradisional ini sebagai objek wisata edukasi dan riset.

"Belum tentu mereka wisatawan ke sana dapat ikan pausnya, tapi satu hal yang pasti kita bisa buka areal itu sebagai tempat riset budaya, tradisi penangkapan ikan paus, wisata edukasi dan kearifan lokal seperti pasar barter. Kalau mereka peneliti datang mereka tidak mungkin datang sehari saja pasti minimal tiga bulan. Orang yang datang untuk riset itu pasti punya banyak persiapan material," jelasnya.

"Orang yang datang itu adalah wisatawan ilmuwan atau peneliti. Semua disiplin ilmu bisa masuk. Kalau ada tiga disiplin ilmu yang masuk saja pasti bagus. Lamalera sebagai wisata edukasi. Fokus kita untuk Lamalera adalah wisata edukasi dan riset," tandasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved