Pelaku Pariwisata Sumba Timur Mengaku Kendala di Penerbangan Udara

Namun, para pelaku usaha di bidang pariwisata melihat masih ada kendala yang dihadapi sehingga pariwisata di Sumba belum berjalan maksimal.

Editor: Fransiska Mariana
ISTIMEWA
Richard PJM Wijaya sedang selfi bersama tamu wisatawan 

Pemandu Wisata Umbu Asminto Candra Domu Pandarangga alias Umbu Ludang juga mengungkapkan kendala yang sama, yakni pilihan transportasi udara yang kurang.

Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan tersebut tentu penerbangan transportasi udara diperbanyak dan ada direct light.

Kendala lainnya yakni kurangnya pengetahuan dari pemandu wisata sehingga para pemandu wisata hanya sebagai portir atau penunjuk arah.

"Jadi mereka cuma tahu hanya tempat, jalan menuju kesana dan cuman sekedar bantu angkat barang. Bagaimana cara menjelaskan obyek-obyek wisata dari sisi sejarah dan lain sebagainya karena kurangnya komunikasi yang baik," jelasnya.

Umbu Ludang berharap ada pelatihan terhadap para pemandu wisata khususnya pemula yang belum memiliki lisensi.

Kendala tersebut berdampak pada pekerjaan mereka sendiri, dimana travel agen dari luar sudah memiliki pemandu wisata sendiri dan komplit, sehingga para pemandu lokal tidak difungsikan dengan baik. 

"Mereka dari luar semuanya komplit, tapi lebih parahnya mereka dari luar sebut guide tapi tidak tahu jalan dan sejarah tetang destinasi wisata yang mereka datangi. Ini tambah memperburuk karena pemandu lokal hanya digunakan untuk portir atau penunjuk arah," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved