Jalan-jalan ke Lembata dan Belajar di Center Pekka Keru Baki

Ayo jalan-jalan sambil belajar di Center Pekka Keru Baki, Lembata. Banyak hal menarik akan Anda dapati di sana.

PosKupangTravel
Kain tenun dan selendang yang dijual di Center Pekka Keru Baki Lembata 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Hari itu, Sabtu (18/1/2020), Kota Lewoleba sangat terik. Saya melirik jam tangan. Pantas saja rasanya matahari berada di atas kepala, ternyata sudah pukul 12.30 Wita.

"Berapa lama perjalanan ke sana?" tanya saya pada seorang teman.

Ia menjawab singkat, "45 menit saja."

Saya meneguk air mineral dan menghela nafas. Lumayan, kata saya dalam hati.

Kedatangan saya ke Lembata bukan tanpa tujuan. Selain wisata alam dan bahari yang sangat luar biasa, Lembata pun menawarkan keunikan budaya dan tradisi yang khas. Salah satunya yang bisa dikunjungi ialah Center Pekka Keru Baki Lembata. Pekka sendiri merupakan akronim dari Perempuan Kepala Keluarga.

Awalnya saya ragu. Bagaimana mungkin perempuan menjadi seorang kepala keluarga? Apalagi budaya patriarki sungguh melekat dalam adat istiadat orang Lembata dan NTT pada umumnya. Namun, karena hal itulah maka saya ingin melihat kerja-kerja Pekka lebih dekat.

Center Pekka Keru Baki Lembata berlokasi di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Jaraknya dari Kota Lewoleba kurang lebih 20-an kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor. Para pengunjung juga bisa menyewa mobil rental atau kendaraan roda empat lainnya.

Pengunjung akan melewati beberapa desa dengan kondisi jalanan yang tidak terlalu bagus. Sebagian jalan berlubang, rusak, dan berdebu. Namun, sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi langsung pemandangan indah Gunung Ile Ape di sebelah timur. Masyarakat sering menyebutnya Gunung Ile Lewotolok. Bahkan saat memasuki desa Amakaka, pengunjung akan langsung menikmati pesona pantai di sebelah kiri jalan dan bisa langsung memandang ke lautan lepas.

Tiba di Center Pekka pukul 13.20 WITA, kami disambut oleh Ina-Ina (ibu-ibu) yang sedang menikmati makan siang di dapur Pekka. Pandangan saya terarah pada pantai yang berjarak tidak sampai 100 meter dari tempat saya berdiri. Saya pun melempar mata ke arah rumah bambu berwarna kuning, berbagai tanaman, dan media tanam hidroponik di halaman.

Tempat ini mengagumkan!

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved