Retribusi di Air Terjun Cunca Wulang Terkesan Menguntungkan Pemerintah Daerah Daripada Masyarakat

Pungutan retribusi terhadap wisatawan di air terjun Cunca Wulang terkesan menguntungkan pemerintah daripada masyarakat

Pos Kupang/Servatinus Mammilianus
Suasana di pos retribusi air terjun Cunca Wulang di Warsawe 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Pungutan retribusi terhadap wisatawan yang berwisata ke air terjun Cunca Wulang di Warsawe , Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terkesan lebih menguntungkan pemerintah daerah setempat dibandingkan dengan warga.

Hal tersebut dikeluhkan oleh seorang warga, Petrus Jemain.

Pos pungutan ke air terjun itu berada di Warsawe dan ditangani oleh Lembaga Pariwisata Cunca Wulang (LPCW) yang terdiri dari sejumlah warga setempat, namun pemerintah juga melakukan pungutan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

"Pungutan oleh dinas jauh lebih besar dibandingkan kami. Dinas memungut Rp50.000 per wisatawan asing, sedangkan kami hanya memungut Rp20.000 per wisatawan asing. Untuk pungutan kepada wisatawan lokal, baik oleh dinas maupun kami sama besarnya, yaitu Rp20.000 per wisatawan," kata Petrus Jemain.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Warsawe, ada juga pungutan sistem paket, yaitu tamu lokal per orang Rp100.000 dan dua orang sebesar Rp110.000.

Kalau tamunya satu orang maka untuk rangernya Rp60.000, untuk desa Rp20.000, dan untuk dinas Rp20.000. Sedangkan untuk tamu asing, kalau satu orang Rp130.000, untuk rangernya Rp60.000, dan untuk dinas Rp20.000.

Warga lainnya yang juga seorang ranger, Muhamad Siheng dan Yosep Paskalis juga menuturkan terkait obyek wisata Cunca Wulang.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mabar Agustinus Rinus menyampaikan bahwa pihaknya akan mendiskusikan hal tersebut.

"Kalau terkait pungutan, itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah tetapi tetap akan kami diskusikan lagi agar ke depan bisa berjalan lebih baik lagi," tandas Rinus. (*)

Ikuti kami di
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved