Tempurung Kelapa Bekas Jadi Souvenir Antik Dari Lembata

Tempurung kelapa bekas bisa diolah menjadi souvenir yang cantik dan istimewa. Harganya pun murah.

Editor: Fransiska Mariana
Pos Kupang/Ricko Wawo
Ones Keraf sedang membuat souvenir dari tempurung kelapa di belakang bengkel Langgem Jaya, simpang Lima Wangatoa, Kota Lewoleba, Kamis (2/1/2020) 

POSKUPANGTRAVEL.COM - Tempurung kelapa bekas sering dibuang atau dibakar karena dianggap sampah.

Hanya sedikit saja warga yang menggunakan tempurung kelapa bekas untuk keperluan rumah tangga.

Namun, di tangan Yunus Kabi Keraf, tempurung kelapa bekas tersebut diolah menjadi souvenir antik yang berkualitas.

Bermodalkan mesin cuci yang rusak, tempurung kelapa bekas disulap menjadi hiasan bunga, asbak, asbak pohon, cangkir, ceret, perahu, celengan boneka, sendok makan, garpu dan beberapa produk pesanan khusus lainnya.

Kerajinan hasil tangan Ones Keraf
Kerajinan hasil tangan Ones Keraf (Pos Kupang/Ricko Wawo)

Usaha kreatif rintisan pria Lamalera, Kabupaten Lembata ini berawal dari kegiatannya mengumpulkan barang elektronik tak terpakai.

Mesin cuci rusak dirancang untuk membuat alat kerja seperti bor dan gerinda.

Ones, sapaan akrabnya, menggunakan dua alat itu sebagai modal kerja, ditambah dengan beberapa alat pendukung lainnya.

Sedangkan bahan dasar seperti tempurung kelapa yang terbuang, bambu tak terpakai, dan sisa-sisa kayu ia peroleh secara gratis.

Untuk hasil karyanya sendiri, bunga hias hasil kombinasi tempurung kelapa, kayu, dan bambu merupakan produk paling mahal.

Harga yang ditawarkan untuk produk tersebut Rp100.000.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved