Penumpang Wanita Ini Ditangkap Polisi karena Mabuk dan Diduga Serang Pramugari

Seorang penumpang wanita ditangkap oleh polisi karena mabuk dan diduga menyerang pramugari.

Editor: Kurnia Yustiana
ftejerez.com
Ilustrasi pesawat easyJet 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penumpang mabuk yang menyerang awak kabin pesawat kembali terjadi.

Seorang penumpang wanita ditangkap polisi karena mabuk dan diduga menyerang pramugari.

Penumpang wanita tersebut ditangkap polisi saat tiba di Bandara Southend, London, Inggris menggunakan maskapai penerbangan easyJet, dilansir TribunTravel dari Independent, Jumat (6/9/2019).

Menurut informasi dari penumpang lain, wanita tersebut bersama suaminya dikeluarkan dari pesawat dan ditangkap polisi.

Penangkapan penumpang wanita beserta suaminya ini terjadi karena sebelumnya penumpang wanita ini mabuk dan diduga telah menyerang seorang pramugari.

Keterangan dari penumpang lain menjelaskan, wanita tersebut meninju wajah pramugari dan menendang pintu darurat.

Penumpang lainnya pun merasa khawatir, jika wanita tersebut mendobrak pintu pesawat.

Dari informasi yang diperoleh, penyerangan pramugari ini terjadi sekitar 45 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Southend.

Tonton juga: 

Mengenal Lebih Dekat Stadion Utama Gelora Bung Karno, Lokasi Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

MRT Jakarta Bakal Siapkan Perpustakaan, Penumpang Bisa Baca Buku Gratis di Stasiun

Tiga pramugari pun dikerahkan untuk mengendalikan penumpang wanita yang mabuk, sebelum akhirnya wanita tersebut ditangkap polisi.

Dari video yang diambil, terlihat penumpang wanita tersebut tampak mabuk dan memohon kepada petugas untuk tidak menangkapnya dan sang suami.

Insiden penyerangan pramugari di maskapai penerbangan easyJet ini terjadi pada Sabtu (31/8/2019) dengan rute penerbangan dari Malaga menuju Southend.

Seorang juru bicara maskapai easyJet mengatakan, "Kami memberitahu polisi untuk menangkap seorang penumpang yang melakukan penyerangan terhadap pramugari pada 31 Agustus 2019 dalam penerbangan dari Malaga menuju Southend."

Juru bicara maskapai easyJet menambahkan, awak kabin easyJet dilatih untuk menilai dan mengevaluasi semua situasi dan bertindak cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang.

"Awak kabin easyJet dilatih untuk menilai dan mengevaluasi semua situasi dan bertindak cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan penerbangan dan penumpang lain tidak terganggu kapanpun," tambah juru bicara maskapai easyJet.

"Meskipun insiden seperti itu jarang terjadi, kami menanggapinya dengan sangat serius, dan tidak mentolerir perilaku kasar atau hal mengancam selama penerbangan. Karena keselamatan dan kenyamanan penumpang beserta kru menjadi prioritas easyJet," pungkasnya.

Sebelumnya, insiden penumpang mabuk yang menyerang awak kabin juga terjadi di maskapai penerbangan Frontier Airlines.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (21/8/2019), saat seorang penumpang pesawat yang mabuk menyerang pilot Frontier Airlines di sebuah bandara di Las Vegas, Amerika Serikat.

Ilustrasi penumpang menyerang pilot.
Ilustrasi penumpang menyerang pilot. (Express.co.uk)

Penumpang pria berusia 49 tahun ini tiba di gerbang Bandara McCarran di Las Vegas di bawah pengaruh alkohol.

Ia diberitahu karyawan Frontier bahwa dirinya ketinggalan pesawat.

Pria itu akhirnya membuat sedikit kerusuhan secara verbal dengan anggota kru Frontier.

Penumpang itu diberitahu dirinya terlalu mabuk untuk terbang.

Pilot yang mencoba melerai justru dipukul dua kali oleh penumpang tersebut.

Petugas Kepolisian Metropolitan Las Vegas, Alejandra Zambrano mengatakan penumpang yang menyerang pilot dijadikan tersangka tindakan pelanggaran ringan.

Sementara itu pilot enggan mendapat perawatan medis.

Dalam sebuah pernyataan kepada Fox News, Frontier Airlines mengonfirmasi insiden itu dan mengatakan mereka bekerja sama dengan polisi Las Vegas.

"Frontier Airlines bekerja sama dengan penegak hukum setempat setelah sebuah insiden di Bandara Internasional McCarran (LAS) Rabu sore di mana seorang penumpang, yang kehilangan penerbangannya, menyerang seorang pilot Frontier di area gerbang," kata pernyataan itu.

"Pilot tidak membutuhkan perawatan medis dan kami akan bertindak secara profesional dalam kejadian ini. Menjaga keselamatan tim kami dan penumpang adalah prioritas utama," katanya.

Setiap Tahun SIPA Selalu Digelar di Benteng Vastenburg, Kenapa?

Daftar Pengisi SIPA 2019, Dimeriahkan Seniman Lokal dan Mancanegara

Gara-gara 2 Calon Penumpang, Aktivitas di Bandara Ini Terpaksa Dihentikan Sementara

Liburan ke Baduy? Jangan Lupa Jajal 3 Spot Foto Instagramable Ini

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved